Rabu, 25 Oktober 2017

Pengertian, Ciri, Bentuk, Dan Penyebab Kenakalan Remaja Beserta Contohnya Secara Lengkap

Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja ialah suatu perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang remaja baik secara sendirian maupun secara kelompok yang sifatnya melanggar ketentuan- ketentuan hukum, moral, dan sosial yang berlaku di lingkungan masyarakatnya (Singgih, 1978). Intinya kenakalan remaja yaitu suatu perilaku menyimpang dari atau melanggar hukum (Sarwono, 2002:207), dan perilaku melanggar hukum yang dilakukan oleh orang muda yang biasanya dibawah umur 16-18 tahun ( Musen,dkk, 1994:557).

Ciri-Ciri Kenakalan Remaja

  • Dalam pengertian kenakalan, harus terlibat adanya suatu perbuatan atau tingkah laku moral.
  • Kenakalan tersebut memiliki tujuan yang a-sosial yakni dengan perbuatan atau tingakah laku tersebut ia bertentangan dengan nilai atau norma sosial yang ada dilingkungan hidupnya.
  • Kenakalan remaja adalah suatu kenakalan yang dilakukan oleh mereka yang berumur diantara 13-17 tahun. Mengingat di Indonesia pengertian dewasa selain ditentukan oleh status pernikahan, maka bisa ditambahkan bahwa kenakalan remaja yaitu suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh mereka yang berumur anatara 13-17 tahun dan belum menikah.
  • Kenakalan remaja bisa dilakukan oleh seoarang remaja saja, atau bisa juga dilakukan bersama-sama suatu kelompok remaja

Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan yaitu sebagai berikut ;
  • kenakalan biasa, misalnya seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit
  • kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan misalnya seperti mengendarai sepera motor tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa ijin
  • kenakalan khusus misalnya seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dan lain sebagainya.

sumber : http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-ciri-bentuk-dan-penyebab-kenakalan-remaja-beserta-contohnya-secara-lengkap/

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang menjadi buah bibir di banyak kalangan masyarakat, khususnya para orang tua yang acap kali di landa rasa khawatir terhadap perkembangan sang anak. Lalu, apakah yang di maksud dengan kenakalan remaja? Kenakalan remaja adalah tindakan atau perilaku menyimpang dari norma yang dilakukan oleh anak-anak remaja atau anak yang sedang berada di masa transisi dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa. Adapun tindakan remaja ini kerap kali menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sehingga tidak bisa di pandang sebelah mata, dan apabila dibiarkan akan memberi dampak yang semakin buruk baik bagi remaja itu sendiri maupun masyarakat sekitarnya.
                Adapun tindakan-tindakan yang bisa digolongkan dalam kenakalan remaja di bagi menjadi tiga yang pertama kenakalan biasa, yakni kenakalan yang masih berada di level rendah. Dalam tingkat ini, remaja mulai melakukan tindakan kenakalan seperti mulai terbiasa berbohong terhadap orang tua, keluar tanpa pamit, bolos sekolah bahkan keluyuran di malam hari. Kedua, yaitu kenakalan yang menjurus pada kejahatan, dalam hal ini tingkat kenakalan remaja sudah berada di level menengah. 
Remaja yang bersangkutan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang mengarah ke kejahatan seperti mengambil barang atau hak milik orang lain tanpa izin. Ketiga, ada yang namanya kenakalan khusus (istimewa), dalam bentuk ini kenakalan remaja yang dimaksud sudah tingkat tinggi karena telah menyentuh pada tindak kriminalitas.Contohnya, melakukan pemerkosaan pada anak dibawah umur; seperti kasus Yuyun yang pernah marak menjadi perbincangan; penyalahgunaan narkotika bahkan sampai berujung pembunuhan atau penghilangan nyawa manusia.
                Menurut ahli Murdaningsih dalam Kartono (1992), ada 3 faktor yang menjadi penyebab kenakalan remaja. Pertama, dari lingkungan keluarga yang tidak kondusif yaitu kurangnya pengawasan orang tua atau orang dewasa terhadap anak-anak yang sedang berada di masa labilnya. Banyak juga remaja yang salah masuk dalam area pergaulan karena kurangnya perhatian dari orang tua. Ada juga yang keluarganya mengalami broken home sehingga berdampak pada mental psikis anak yang pada akhirnya membawa mereka masuk kedalam pergaulan bebas yang cenderung mempengaruhi mereka untuk melakukan hal-hal  negatif sehingga melewati batas wajarnya.
                 Faktor penyebab yang kedua datang dari lingkungan masyarakat, apabila lingkungan yang selalu berdampingan dengan mereka adalah lingkungan yang tidak baik; seperti lingkungan pemabuk, penjudi,pencopet dan sebagainya maka remaja akan sangat mudah terpengaruh. Sebagai faktanya, banyak remaja yang sudah biasa mabuk - mabukan, melakukan pencopetan, berjudi, dan menyalahgunakan narkotika yang berujung pada tindak kriminalitas.
                Ketiga, tak hanya pengaruh warga atau keluarga lingkungan sekolah juga menjadi faktor penyebab dalam masalah sosial ini. Teman-teman yang memberi pengaruh buruk dalam bergaul dan para pengurus sekolah yang kurang memberi perhatian khusus dalam menangani kasus- kasus yang mengenai tata cara bergaul serta mutu pendidikan yang kurang memadai bisa juga jadi penyebabnya. Mereka tidak punya cukup pengetahuan mengenai sebab dan akibat daripada suatu perbuatan yang berisiko tinggi tersebut.
                Seperti yang kita ketahui, remaja yang sedang berada dimasa akil balik begitu labil dan sulit untuk mengendalikan emosi yang ada pada dirinya, sehingga membuat mereka mengambil tindakan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Maka dari itu untuk menanggulanginya, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam hal ini. Orang tua juga harus meluangkan waktu untuk anak-anaknya dan mendengarkan cerita dari sang anak serta memberi masukan, pengertian, dan juga saran yang tepat. 
Karena menurut penelitian, anak akan merasa diperhatikan apabila orangtuanya mau meluangkan waktu dengan sang anak walau tidak dalam jangka waktu yang lama. Momen seperti ini sangat penting agar sang anak bisa memilah mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari.Selain itu, meningkatkan pengetahuan dalam pendidikan juga bisa membantu anak agar tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan yang salah. 
Pendidikan juga sangat diperlukan demi menunjang kebutuhan pengetahuan remaja. Informasi mengenai dunia pergaulan yang lebih menyampaikan sebab-akibat dari kesalahan dalam pergaulan bisa menjadi solusi yang cukup efektif. Terakhir dan terpenting adalah datang dari dalam diri remaja itu sendiri. Para remaja harus mempunyai suatu komitmen dalam diri agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas yang bisa menjerumuskan ke hal yang fatal. Remaja harus selektif dan dapat menempatkan diri dalam bergaul serta menanamkan sikap waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi apabila salah mengambil langkah dalam memilih pergaulan.
                Berdasarkan pemaparan di atas kenakalan remaja adalah suatu perilaku yang menyimpang dari norma dan banyak dilakukan oleh remaja, serta memberikan dampak yang tidak baik terhadap diri remaja itu sendiri bahkan mengancam masyarakat sekitarnya. Maka dari itu, peran orangtua dan lingkungan sekitar sangat menentukan pribadi anak. Tak lupa pula komitmen pribadi yang ada dalam diri remaja itu sendiri adalah kunci demi terealisasinya hal ini. Jangan biarkan generasi bangsa rusak hanya karena salah pergaulan. Remaja adalah generasi bangsa di masa depan yang tidak hanya bahagia dengan harta dan tahta. Generasi Indonesia hebat adalah generasi yang bahagia dengan menciptakan cerita dan karya yang tentunya untuk kita dan juga bangsa kita, Indonesia.
sumber : https://www.kompasiana.com/npsintamaharani/59ad3a54c744dd12f1385ea2/kenakalan-remaja

Senin, 23 Oktober 2017

KENAKALAN REMAJA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

 Kenakalan remaja merupakan gejala umum, khususnya terjadi di kota-kota besar yang kehidupannya diwarnai dengan adanya persaingan-persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup, baik yang dilakukan secara sehat maupun secara tidak sehat.
Persaingan-persaingan tersebut terjadi dalam segala aspek kehidupan khususnya kesempatan memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Betapa kompleksnya kehidupan tersebut memungkinkan terjadinya kenakalan remaja.
Penyebab kenakalan remaja sangatlah kompleks, baik yang berasal dari dalam diri remaja tersebut, maupun penyebab yang berasal dari lingkungan, lebih-lebih dalam era globalisasi ini pengaruh lingkungan akan lebih terasa. Pemahaman terhadap penyebab kenakalan remaja mempermudah upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Upaya-upaya tersebut dapat bersifat preventif, represif, dan kuratif.
Tanggung jawab terhadap kenakalan remaja terletak pada orangtua, sekolah, dan masyarakat, khususnya para pendidik baik yang ada di keluarga (orangtua), sekolah (guru-guru dan para guru pembimbing) maupun para pendidik di masyarakat, yakni para pemuka agama dan tokoh-tokoh masyarakat.
Adapun macam – macam kenakalan remaja yang sering terjadi diantaranya adalah :
1. Tawuran antar pelajar
Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang  sangat bodoh, karena dapat merusak fasilitas umum dan fasilitas yg terdapat di sekolah.Tawuran juga dapat merusak masa depan, karena jika tertangkap polisi nama mereka yang tertangkap akan tercemar.
2.  Mencoret coret dinding sekolah
Mencoret coret secara ilegal adalah perbuatan yang tidak baik, karena dapat membuat kotor sekitar lingkungan.Tetapi jika kita melakukannya dengan baik, coretan coretan itu dapat manjadi karya karya seni yang baik, dan juga dapat manghasilkan mata pancaharian  yang baik .

3.  Mencuri
Mancuri juga dapat merusak nama baik kita, karena jika kita ketahuan mencuri, kita akan merasa sangat malu, dan kita juga akan di jauhi oleh orang orang yang dekat dengan kita, karena orang itu sudah tidak percaya lagi dengan kita.
4.  Bolos
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengatakan  kebiasaan anak menghabiskan waktu luang atau membolos saat jam sekolah salah satunya disebabkan karena pelajaran atau kegiatan di sekolah tidak menarik.“Kalau diperhatikan, anak-anak akan berteriak bahagia ketika mendengar bel istirahat atau bel pulang sekolah,” ungkap Kak Seto, beberapa waktu lalu di Jakarta.Lebih lanjut Kak Seto mengatakan, para akedimisi seharusnya lebih memperhatikan kegiatan yang menarik di sekolah sehingga perhatian anak akan fokus pada kegiatan positif di sekolah.Dia menunjuk, sekolah negeri dan perangkatna yang masih kurang maksimal dalam mengajar kreatif. Bahkan Kak Seto menegaskan, belajar bukanlah kewajiban melainkan hak anak.“Banyak guru yang tidak melihat proses kreativitas anak. Padahal tipe kecerdasan dan gaya belajar anak yang satu dengan yang lainnya berbeda, tapi semuanya disama ratakan. Ini yang membuat anak tidak betah ada di ruang kelas,” paparnya.
5.  Merusak fasilitas sekolah
Merusak fasilitas sekolah akan merugikan diri saendiri dan orang lain, karena kita tidak bisa memakai atau manggunakan fasilitas fasilitas tersebut
sumber : https://thinkquantum.wordpress.com/2009/11/04/kenakalan-remaja-dalam-lingkungan-sekolah/
menurut pendapat saya, Pemahaman terhadap penyebab kenakalan remaja mempermudah upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Upaya-upaya tersebut dapat bersifat preventif, represif, dan kuratif. Tanggung jawab terhadap kenakalan remaja terletak pada orangtua, sekolah, dan masyarakat, khususnya para pendidik baik yang ada di keluarga.

Beberapa Faktor Penyebab Kenakalan pada Remaja

  • Hampir setiap hari baik media massa cetak maupun elektronik memberitakan tentang perilaku kenakalan remaja. Sebagai orang tua pasti sangat prihatin melihat dan memperhatikan hal tersebut. Tentu harapan semua orang tua menginginkan agar kelak di kemudian hari setelah dewasa anak-anaknya bisa menjadi seorang manusia yang kuat serta tangguh dalam menghadapi segala tantangan zaman, patuh terhadap orang tua, pandai di dalam sekolahnya, bisa menjaga sopan santun, serta selalu rendah hati pada sesama. Namun untuk mewujudkan hal tersebut tentu tidak mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Berbagai cara dilakukan orang tua agar anak-anaknya tidak sampai terpengaruh kemudian hanyut dan terjerumus pada perilaku yang negatif.
  • Namun alangkah terkejutnya bila kita sebagai orang tua melihat anak-anak kita mempunyai perilaku yang berubah, mungkin yang tadinya penurut dan patuh tiba- tiba suatu hari menjadi anak nakal dan susah diatur. Pertama yang harus kita lakukan adalah mencari solusi jangan sampai menyalahkan atau memvonis anak. Dalam hal ini, pasti ada sebab dan juga faktor yang melatarbelakanginya sehingga anak-anak yang kita banggakan menjadi nakal. Berikut ini ada tiga hal penting yang harus diketahui.
  • 1. Faktor keluarga

  • Pada dasarnya, keluarga adalah tempat di mana seorang anak bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna baik jasmani maupun rohani. Anak bisa mendapatkan perhatian, kasih sayang, juga dukungan moral dari orang tua. Namun sebaliknya, jika di dalam keluarga seorang anak tidak bisa mendapatkan hal tersebut yang terjadi adalah pelampiasan di luar rumah. Maka tidak mengherankan jika mereka akhirnya akan mencari perhatian dan kasih sayang dari pihak lain.
  • Untuk itu, kewajiban sebagai orang tua agar selalu memberikan perhatian, rasa aman, nyaman, dan selalu melindungi anak-anaknya. Namun demikian, orang tua tidak dianjurkan memberikan suatu harapan yang berlebihan. Berikan kesempatan kepada anak Anda untuk menentukan jati dirinya dalam berkreasi, dan juga bisa belajar hidup mandiri. Jangan memanjakan anak karena hal tersebut hanya akan melemahkan karakter juga pribadinya.
  • 2. Faktor sekolah

  • Kewajiban dan tanggung jawab orang tua harus selalu memberikan arahan juga wawasan terhadap anaknya dalam memilih tempat sekolahnya, sebab tempat belajar yang berkualitas sangat besar dampak positifnya. Selain itu, sekolah yang baik adalah salah satu jaminan dan sangat berpengaruh pada masa depan. Jika kondisi sekolah tidak mendukung dalam materi atau proses belajar, pada gilirannya dapat memberikan peluang pada anak untuk berperilaku menyimpang.
  • Meskipun tidak terlalu signifikan, faktor sekolah juga dapat menjadi penyebab terjadinya kenakalan pada remaja. Dalam hal ini, kualitas sekolah harus baik dan semua elemen sekolah yang ada agar senantiasa bertanggung jawab kepada anak didiknya. Kemampuan para guru sangat diperlukan dan juga peran pemerintah adalah harus cepat tanggap terhadap gejolak masyarakat, khususnya para remaja sedini mungkin, sebab hal ini jika tidak diantisipasi dengan cepat tanpa campur tangan semua komponen pemerintah sangat mustahil sebuah bangsa dan negara akan memiliki generasi yang kuat dan tangguh.
  • 3. Faktor lingkungan

  • Lingkungan atau tempat tinggal adalah salah satu penyebab terjadinya sebuah karakter. Jika seorang anak hidup dalam lingkungan yang keras atau lingkungan tersebut kurang peduli terhadap sesama maka yang terjadi adalah anak akan meniru komunitas tersebut. Salah satunya adalah merokok, hal ini bukan rokoknya yang disalahkan namun alangkah prihatinnya jika kita melihat seorang anak yang belum cukup umur sudah terbiasa merokok, bahkan dilakukan di tempat umum.
  • Namun beberapa fakta mengatakan bahwa keberadaan orang dalam lingkungan tersebut tidak ada yang peduli dengan kejadian itu. Ada sebuah pepatah mengatakan bahwa "karena nila setitik, rusak susu sebelangga". Setiap anak pada dasarnya dilahirkan seperti kertas putih bersih tidak ada coretan atau noda yang melekat. Anak juga dilahirkan dengan penuh kepolosan dan tidak ada dosa. Namun jika lingkungan tempat mereka tinggal tidak mendukung, pada akhirnya seorang anak atau remaja yang tumbuh di dalam lingkungan tersebut cepat atau lambat akan terpengaruh dengan kondisi lingkungan sekitarnya.
  • sumber : https://keluarga.com/1724/beberapa-faktor-penyebab-kenakalan-pada-remaja

menurut pendapat saya,Pada dasarnya, keluarga adalah tempat di mana seorang anak bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna baik jasmani maupun rohani. Anak bisa mendapatkan perhatian, kasih sayang, juga dukungan moral dari orang tua. Untuk itu, kewajiban sebagai orang tua agar selalu memberikan perhatian, rasa aman, nyaman, dan selalu melindungi anak-anaknya. Namun demikian, orang tua tidak dianjurkan memberikan suatu harapan yang berlebihan. Lingkungan atau tempat tinggal adalah salah satu penyebab terjadinya sebuah karakter. Jika seorang anak hidup dalam lingkungan yang keras atau lingkungan tersebut kurang peduli terhadap sesama maka yang terjadi adalah anak akan meniru komunitas tersebut.

Jumat, 20 Oktober 2017

Tawuran Pelajar (Kenakalan Remaja) Kenalakan Pelajar

Assalamualaikum Wr.Wb
Banyak orang yang berkata bahwasannya masa remaja adalah masa-masa yang paling indah, masa dimana rasa kehidupan bergejolak tinggi serta masa dimana rasa keingin tahuan akan dunia sedang memuncak. Karena pada masa itulah seseorang biasanya merasa hidupnya bebas melakukan apapun yang mereka sukai sesuka hati mereka, dari mulai hal yang positif sampai hal yang negatif, bahkan tak jarang hingga membuat mereka berbuat hal yang tak masuk akal hingga melanggar norma-norma kehidupan.
Tak heran jika banyak seniman dan musisi yang menciptakan karyanya bertemakan remaja, seperti contohnya saja raja dangdut Indonesia Bang Haji Rhoma Irama yang menciptakan sebuah lagu yang bernuansakan remaja yang berjudul Darah Muda yang memiliki lirik kurang lebih “Darah muda, darahnya para remaja, yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah, masa muda masa yang berapi-api, yang maunya menang sendiri walau salah tak perduli”.
Dari sepenggal lirik lagu diatas ternyata memanglah betul jika masa muda adalah masa dimana seseorang merasa dirinya gagah, ingin di pandang oleh orang lain, ingin dihargai oleh orang lain, mudah tersinggung, emosi yang tidak stabil dan tak dapat di kontrol dan lain sebagainya. Maka dari itu tidak sedikit kasus dimana para remaja banyak sekali melakukan pelanggaran hukum salah satunya seperti tawuran. Sudah tidak diragukan lagi bahwa tawuran di kalangan remaja itu sudah menjamur. Dengan berbagai alasan mereka melakukan hal konyol seperti itu, mulai dari tersinggung karena di ejek, di tatap, saling senggol, membela nama sekolah, nama kampung, nama geng dan lain sebagainya yang jika di pikir-pikir hal tersebut tidaklah begitu penting. Seolah seperti super hiro yang ingin membela kebenaran, mereka rela, ihklas dan dengan senang hati melakukan hal-hal tersebut demi membela nama baik kelompoknya.
Entah dari mulai kapan tawuran dikalangan remaja ini mulai memasuki kehidupan di Indonesia. Tetapi sudah tidak usah ditanyakan lagi bahwa tawuran itu tidak ada manfaatnya, jika menang maka akan masuk penjara dan jika kalah maka akan masuk rumah sakit dan lebih parah nya lagi bahkan membawa kita menuju kematian. Bukan hanya kerugian terhadap diri mereka sendiri pula, tetapi lingkungan sekitar tempat mereka melangsungkan tawuran pun akan ikut serta merasakan danpak kerugian dari tawuran tersebut.
Sudah sepatut nya kita sebagai warga negara yang baik, yang mencitai tanah air kita dan mencintai para penerus bangsa kita untuk ikut serta terjun kelapangan membantu para aparat menindak dan memberantas tawuran dikalangan remaja. Mungkin kita tidak bisa langsung memisahkan para remaja yang sedang tawuran karena jumlahnya yang begitu banyak, tetapi kita dapat membantu dengan memberikan dorongan dan motivasi kepada para penerus bangsa kita bahwasannya tawuran itu tidak ada manfaat dan untung nya. Pihak sekolahpun tidak boleh terlewati ikut terjun dalam kasus ini, karena pendidikan yang baik terhadap siswa di sekolah sangatlah berpengaruh terhadap prilaku yang menyimpang. Tak lupa juga bagi para orang tua dirumah untuk selalu memantau pergaulan sang anak, memberikan nasehat kepada putra dan putrinya serta kasih sayang kepada buah hatinya, karena bukan tidak mungkin kenalakan remaja selain dari tawuran ini di sebabkan karena sang anak kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Didiklah anak-anak kita, masa depan kita, masa depan negeri kita dengan ilmu untuk meraih prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kanca Internasional dan didiklah anak-anak kita mada depan kita dengan akhlak yang mulia dan keimanan yang kuat. Karena dengan iman yang kuat dalam diri seseorang maka akan membuat orang tersebut terhindar dari hal-hal yang negatif.
Mulai dari sekarang mari kita sama-sama teriakkan STOP TAWURAN


sumber : https://rinaldisuwandi.wordpress.com/2016/03/22/tawuran-pelajar/

Kamis, 19 Oktober 2017

TAWURAN ANTAR PELAJAR MASALAH DAN PENYEBABNYA

Rabu, 18 Oktober 2017

Bahaya Mrokok di Kalangan Pelajar/Remaja

Bahaya merokok di kalangan pelajar perlu diwaspadai, Merokok sudah menjadi kebiasaan di segala usia dan mungkin bagi mereka yang sudah kecanduan merokok adalah suatu kebutuhan yang harus di penuhi. Tak terkecuali di usia sekolah banyak anak yang menghisap rokok dengan santai dan harus menghabiskan uang saku hanya untuk membeli sebatang rokok.

Kebiasaan merokok di kalangan pelajar disebabkan oleh bujukan teman, melihat iklan di televisi, bergaul dengan orang-orang yang suka merokok, kurangnya informasi tentang bahaya merokok. Diperoleh dari hasil angket yayasan jantung Indonesia, sebanyak 77% pelajar merokok karena ditawari teman dan ingin mencoba merasakan nikmatnya rokok.

Kebanyakan pelajar beranggapan bahwa dengan merokok mereka bisa lebih keren, terlihat lebih dewasa, lebih percaya diri, dapat meningkatkan prestasi belajar, dapat menghangatkan tubuh, dsb. Ternyata, pendapat itu salah, merokok mengakibatkan wajah menjadi pucat, gigi kuning kehitaman, bibir hitam, mata agak merah dan berair, bau mulut dan bau badan tidak sedap, dan menimbulkan berbagai macam penyakit karena kandungan zat berbahaya yang ada dalam rokok.

Asap rokok banyak mengandung zat kimia berbahaya diantaranya:
Tar
Tar adalah salah satu unsur dari rokok yang dapat menyebabkan kanker karena mengandung karnosigen yaitu unsur kimia penyebab kanker.

Nikotin
Nikotn merupakan zat yang ada dalam tembakau, bersifat racun dan menyebabkan kecanduan, menghisap sebatang rokok sama saja dengan memasukkan nikotin ke otak dan berpengruh ke saraf otak serta menyebabkan jantung bekerja lebih cepat karena meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.
Terlalu banyak nikotin yang terhisap bisa melemahkan organ tubuh antara lain:
  • Kulit kurang darah dan kurang oksigen
  • Muka pucat, kaku dan kebiruan
  • Penyumbatan pembuluh nadi

Karbon monoksida
Gas  yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini mengikat oksigen dalam tubuh yang bisa mengikat hemeoglobin sehingga tubuh kekurangan oksigen sehingga menghalangi transportasi dalam darah.

Iritan
Zat ini mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru yang bisa menyebabkan batuk

Karsinogen
Zat ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh

Banyaknya kandungan zat berbahaya pada rokok bisa menimbulkan berbagai masalah, merokok saat usia remaja dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan sebab masih berada dalam masa pertumbuhan. Resiko kesehatan pada usia remaja jauh lebih buruk dibanding orang dewasa.

Beberapa bahaya yang timbul jika pelajar/remaja sudah menjadi pecandu rokok:
1.Saat mereka sakit sulit untuk cepat sembuh
Hal ini disebabkan karena rokok mempengaruhi system imun di dalam tubuh.

2.Terganggunya perkembangan paru-paru
Tubuh berkembang pada masa pertumbuhannya, jika remaja  merokok pada periode ini dapat mengganggu perkembangan paru-paru, sesak napas disertai batuk terus menerus dan mudah terserang pilek.

3.Mengganggu aktivitas di sekolah
Pelajar yang sudah kecanduan rokok akan malas untuk beraktifitas hal ini disebabkan menurunnya nilai memori otak dalam belajar, dan menurunnya daya tahan tubuh.

4.Kenakalan remaja
Ketika remaja suka merokok akan mudah emosi dan cepat marah  hal ini bisa menimbulkan kenakalan remaja seperti tawuran, berhenti sekolah, menggunakan segala cara untuk membeli rokok.

5.Penuaan dini
Seseorang yang merokok sewaktu usianya masih muda akan kelihatan lebih tua, disebabkan terganggunya kesehatan kulit, kulit lebih kering, dan terlihat garis-garis di wajah.

Banyaknya masalah yang ditimbulkan saat remaja menjadi perokok, sebaiknya segeralah berhenti sebelum terlambat dan menyesal. Setelah tahu banyaknya bahaya yang diakibatkan dari merokok yuk kita cari tahu cara berhenti merokok.

hindai merokok


Cara berhenti merokok
  • Bertemanlah dengan orang yang tidak suka merokok
  • Selalu bawa permen mint, kunyahlah sewaktu sobat ingin merokok
  • Sesering mungkin berada dalam ruangan ber AC
  • Tundalah sepuluh menit saat sobat ingin merokok
  • Hisaplah rokok yang harganya murah pasti rasnya tidak enak
  • Beritahu teman-teman bahwa sobat sudah tidak merokok lagi
  • Pindahkan barang-barang sobat yang berhubungan dengan rokok

sumber : http://www.alabunda.com/2015/07/bahaya-mrokok-di-kalangan-pelajarreaja.html

menurut pendapat saya, Kebiasaan merokok di kalangan pelajar disebabkan oleh bujukan teman, bergaul dengan orang-orang yang suka merokok, Kebanyakan pelajar beranggapan bahwa dengan merokok mereka bisa lebih keren, terlihat lebih dewasa, lebih percaya diri, dapat meningkatkan prestasi belajar, dapat menghangatkan tubuh, Ternyata, pendapat itu salah, merokok mengakibatkan wajah menjadi pucat, gigi kuning kehitaman, bibir hitam, mata agak merah dan berair, bau mulut dan bau badan tidak sedap, dan menimbulkan berbagai macam penyakit karena kandungan zat berbahaya yang ada dalam rokok.