Rabu, 18 Oktober 2017

Upaya Pencegahan Merokok di Kalangan Pelajar Remaja

 Pernahkah Anda melihat orang di sekitar Anda merokok? Kami yakin pasti banyak sekali. Kebiasaan merokok memang sudah lumrah disekitar kita, tak peduli orang kaya maupun miskin. Bahkan sekarang remaja pun tak luput dari kebiasaan ini. Pada dasarnya remaja merokok karena mencoba saja, mereka masih berada pada usia yang muda sehingga rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba hal baru masih menggebu-gebu. Hal ini semakin diperparah oleh efek rokok yang menyebabkan kecanduan dan akan membuat remaja merokok sampai usia tua.
Padahal telah Anda ketahui merokok tidak memiliki manfaat baik yang ada malah mendatangkan manfaat buruk bagi tubuh. Hal ini disebabkan karena dalam rokok mengandung banyak bahan kimia yang zat berbahaya bagi tubuh seperti Tar, Karbon Monoksida, Nikotin, Metanol, dan lain-lain. Berikut adalah beberapa bahaya merokok bagi pelajar di usia remaja.

Bahaya Merokok Bagi Pelajar Remaja :

  • Menjadi boros dalam menghabiskan uang
  • Nafas mulut yang bau
  • Gigi pada mulut akan menguning
  • Membuat pelajar semakin terjerumus kedalam dunia terlarang (obat-obatan dan narkoba)
  • Meracuni otak sehingga mengakibatkan menurunnya fungsi otak
  • Menderita penyakit kronis berbahaya (penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker, diabetes)
  • Kematian
Seorang pelajar remaja dapat diketahui merokok atau tidak dapat diketahui dari perubahan tingkah lakunya. Seperti sering bolos sekolah dan berkumpul dengan teman yang suka merokok atau minta uang jajan yang berlebih dengan alasan tertentu. Jika anak mengalami hal seperti itu maka tugas Anda sebagai orang tua adalah mengajarinya berhenti dari rokok.
Anda orang tua adalah pilar penting dalam mendidik anak supaya tidak merokok dan mengenalkannya pada gaya hidup yang sehat. Apabila Anda sendiri termasuk perokok maka sebaiknya Anda menjauhkan rokok Anda dari jangkuan anak-anak dan dengan tidak merokok di sekitar mereka. Berikut ini akan kami sampaikan tips dan cara dalam mencegah merokok pada kalangan remaja, simak ulasannya di cara mengatasi merokok di kalangan pelajarremaja berikut ini.

Cara Mengatasi Remaja yang Merokok

1. Jalin Komunikasi Dengan Mereka
Kebanyakan orang tua selalu membiarkan anaknya jika sudah menginjak usia remaja, orang tua berpendapat bahwa mereka sudah dewasa dan dapat mengerti yang baik dan buruk. Padahal tanpa sadari, remaja sebenarnya masih membutuhkan perhatian dan pedoman dalam hidupnya. Dengan tidak adanya komunikasi dari orang tua mereka akan mencoba kegiatan yang mereka anggap menantang seperti merokok. Untuk itukah jalin komunikasi dengan mereka, lalu tuntun dan beri pedoman kepada mereka tentang bahaya merokok.
2. Memberikan Contoh yang Baik
Jangan berharap anak tidak merokok jika Anda sendiri merokok. Anak terutama pada usia remaja mereka sudah memiliki kemampuan berpikir yang baik, untuk mereka tidak merokok jika orang tua mereka saja sendiri merokok. Jangan hanya dengan ucapan, tunjukan juga contoh yang baik pada mereka seperti tidak merokok dan beritahukan pada mereka bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan. bahaya merokok bagi pelajar smp
3. Berikan Pengawasan Terhadap Mereka
Ini merupakan tugas wajib Anda sebagai orang tua, berikan pengawasan terhadap anak dalam kegiatannya. Tetapi Anda juga harus ingat jangan terlalu berlebihan, berikan juga pada mereka kebebasan asalkan pada kegiatan yang berdampak positif. Dengan begitu anak tidak akan merasa tertekan dan Anda tetap bisa mengawasinya dengan baik.
4. Beri Pengetahuan dan Pengarahan Tentang Bahaya Merokok
Beri pengetahuan pada mereka bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan dan tunjukan pada mereka juga contoh orang yang terkena bahaya rokok. Dengan begitu anak akan pikir-pikir sebelum mencoba merokok.
Demikianlah beberapa tips dan cara mengatasi merokok di kalangan pelajar remaja yang bisa Anda lakukan. Lalu apa yang harus dilakukan jika anak sudah terlanjur kecanduan akan rokok? Anda tak perlu khawatir jika anak Anda sudah kecanduan merokok, karena kami memiliki solusi yang terbukti secara efektif menghentikan kebiasaan merokok yaitu Hipnoterapi Stop Smoking.
Hipnoterapi Stop Smoking akan membantu membebaskan remaja dari cengkeraman rokok. Sesi hipnosis yang lembut akan memindahkan pikiran mereka dari keadaan kecanduan menjadi bebas rokok. Anak Anda tidak lagi dikendalikan oleh kebutuhan untuk merokok. Mereka tidak lagi merencanakan hari dengan merokok, tidak ada kehawatiran pada diri Anda karena Hipnoterapi Stop Smoking ini tidak memiliki efek samping dan aman terhadap kesehatan.

sumber :http://terapiotak.com/?upaya-pencegahan-merokok-remaja,356

menurut pendapat saya Ini merupakan tugas wajib Anda sebagai orang tua, berikan pengawasan terhadap anak dalam kegiatannya. Beri pengetahuan pada mereka bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan dan tunjukan pada mereka juga contoh orang yang terkena bahaya rokok. Dengan begitu anak akan pikir-pikir sebelum mencoba merokok.

Selasa, 17 Oktober 2017

Darurat!!! KenakalanRemaja Dan Anak Muda Masa Kini

Masa remaja merupakan masa puber pertama, dimana tingkah lakunya menjadi aneh dan tidak seperti biasanya, masa ini dialami oleh anak remaja pada usia 13 -16 tahun tepatnya ketika duduk di bangku SMP.
Pada masa remaja ini seorang anak akan mengenal rasa cinta pada lawan jenisnya, dan akan berani mengutarakan ketertarikan pada seorang yang dipuja dalam hatinya. Pada masa ini seorang anak sangat labil dan belum mempunyai pendirian, mudah kena bujukan dan sukanya ikut ikutan.

Setelah lulus dari SMP akan melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/MA pada usia 16-19 tahun, pada masa ini dikenal dengan puber kedua dimana rasa ingin tahunya sangat tinggi. Pada masa ini puncak kenakalan remaja semakin meningkat yang mula-mula masih takut dan malu-malu kini semakin berani untuk melakukan hal yang dilarang, seperti merokok, miras, pil dan ekstasi, dan Making Love ML.

Kemudian dilanjut masa-masa dewasa masa pencarian jati diri pada masa usia 19-23 tahun ada yang melanjutkan kuliah dan ada yang bekerja. Pada masa ini karakter dan kepribadiannya terbentuk.

Pergaulan dan Gaya Pacaran jaman sekarang
Pergaulan remaja dan pemuda saat ini sangat-sangat memprihatinkan, mereka yang terjerumus dengan miras dan pil ekstasi kerap kali melakukan tindakan diluar batas, biasanya mereka mendirikan kelompok atau geng kemudain ketika mabuk mereka mencari gara-gara dan menimbulkan bentrok sesama anak muda lainnya, sampai ada yang tawuran antar geng sampa i menyebabkan korban luka-luka bahkan kematian karena ditusuk dengan senjata tajam.

Lebih parahnya lagi cewek ABG juga banyak pecandu miras dan pil ekstasi, ini karena pergaulan bebas dan diajak oleh teman cowok dan pacarnya sehingga mereka mabok /ngedruks bareng dan melakukan pesta seks sehingga tertular HIV/HAIDS. Ini terjadi akibat pergaulan bebas dan video porno yang tersebar di mana-mana via Hp.

Gaya pacaran anak saat ini sudah diluar batas kewajaran, tidak hanya berduaan, berciuman, tetapi mereka Making Love (ML) melakukan hubungan badan layaknya suami istri baik kalangan Siswa dan Mahasiswa.
Meraka saat ini menganggap perbuatan tersebut lumrah dan menjadi keharusan, padahal ini sangat merugikan pihak cewek karena direnggut kesucianya oleh pacarnya sendiri atau temannya.

Sehingga banyak cewek yang ketika diputusin oleh pacarnya banyak yang strees bahkan ada yang bunuh diri, ada yang kemudian mabuk dan menyetir sepeda motor dengan kecepatan tinggi sehingga kehilangan kendali pada akhirnya kecelakaan dan mengakibatkan kematian.


Sumber : http://www.wanawisata.com/2017/03/darurat-kenakalan-remaja-dan-anak-muda.html


menurut pendapat saya, anak remaja sekarang itu ada-ada saja tingkalaku mereka. hanya karena mereka orang tua jadi pusing dan bisa saja sakit karena memikirkan mereka. apa remaja itu tidak merasa kasihan apa, sama orang tua mereka yang sudah tua. seharusnya remaja itu berpikir bahwa didunia ini masih ada yang memikirkan mereka yaitu orang tua mereka.

Minggu, 08 Oktober 2017

FAKTOR PENYEBAB KENAKALAN PADA SISWA SMP

SEBAB SEBAB KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMP
Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.
Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
1.Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
2 .Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
3. Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
4. Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
  • Cinta dan Hubungan Heteroseksual
  • Permasalahan Seksual
  • Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
  • Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Ada 3 hal yang berperan penting dalam hal ini, yaitu Keluarga,Pergaulandan Remaja itu sendiri.Bentuk bentuk kenakalan remaja berdasarkan penelitian adalah Berbohong,Pergi keluar rumah tanpa pamit ,Keluyuran,begadang,   membolos sekolah,  Berkelahi dengan teman, Berkelahi antar sekolah,  Buang sampah sembarangan, membaca buku porno, melihat gambar porno, menonton film porno, Mengendarai kendaraan bermotor tanpa SIM, Kebut-kebutan/mengebut, Minum-minuman keras, Kumpul kebo,Hubungan sex diluar nikah, Mencuri, Mencopet, Menodong, Menggugurkan Kandungan, Memperkosa,Berjudi, Menyalahgunakan Narkoba dan membunuh.
Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja

sumber : http://tik-edispenser.blogspot.co.id/p/faktor-penyebab-kenakalan-pada-siswa.html

menurut pendapat saya kenakalan remaja berawal dari pergaulan sekolah dan pergaulan lingkungan sekitar. ada pergaulan buruk dan ada juga pergaulan baik, apabila remaja itu salah memilih pergaulan buruk maka sifatnya akan buruk. sebagai orang tua juga harus merangkul dan mendidik anaknya sebagaimana anak remajanya itu dia nakal atau baik.